Featured

bantahan terhadap teori “Darwin”

saya rasa banyak yang tidak setuju dengan teori yang dikemukakan oleh Drwin bahwa “nenek moyang manusia adalah monyet”

sayapun sependapat dengan kebanyakan orang, menurut saya jika memang teori yg dikemukakan oleh Mr Darwin, mengapa sekarang masih ada monyet? kenapa monyet monyet belum berevolusi menjadi manusia? seharusnya jika teori itu benar, Mr darwin tidak akan capek capek dan memutar otak utk penlitian, karena semua monyet pasti sudah berevolusi menjadi manusia.

namun kenyataan yang terjadi saat ini adalah, monyet masih ad, bahkan banyak, seharusnya jika memang teori darwin benar, pasti sudah tidak ada monyet dimasa kini.

baik, sekarang menurut saya. Memang, neneng moyang manusia itu berasal dari sebuah mahluk yang memang kebetulan mirip monyet, tak heran, karena semua orang juga tau kalau struktur tubuh manusia hampir sama dengan monyet, tetapi nenek moyang manusia bukanlah monyet. tidak heran, mungkin darwin berpendapat seperti iru karena melihat dari struktur itu, seperti yang kita ketahui pula, jenis manusia purba seperti phiticantropus dll memang memiliki struktur tubuh mirip monyet. namun belum tentu monyet itu adalah manusia.

jelas ada perbedaan, diantaranya : monyet memiliki ekor, sedangkan manusia tidak. kemudian dari segi ilmu, jelas manusia lebih ungul karena manusia dilengkapi dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. dan masih banyak juga perbedan yang tidak cukup untuk saya sebutkan.

terima kasih..

Advertisements

POLIMER

 

Polimer adalah senyawa berupa rantai yang sangat panjang dan tersusun atas satuan berulang yang disebut monomer. Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi.

 

Penggolongan polimer berdasarkan jenis reaksinya:

Polimer adisi

• Monomer harus memiliki ikatan rangkap.

• Pada polimerisasi tidak ada molekul yang hilang.

Polimer kondensasi

• Harus memiliki gugus fungsi -OH, -COOH, atau -NH2.

• Pada polimerisasi ada molekul yang dilepaskan, biasanya H2O.

 

Penggolongan polimer berdasarkan asal:

Polimer alam                                     : Polimer yang terbentuk di alam.

Polimer sintetis (buatan)             : Polimeryang dibuat manusia.

 

Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomer:

Homopolimer   : terbentuk dari satu jenis polimer.

Kopolimer          : terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer.

 

Penggolongan polimer berdasarkan kekuatan terhadap panas:

Termoset

• Tahan terhadap panas.

• Nggak bisa dibentuk ulang.

• Struktur berupa ikatan silang antar rantai.

Termoplas

• Meleleh kalau kena panas.

• Bisa dibentuk ulang.

• Struktur berupa ikatan rantai lurus atau bercabang.

 

 

 

 

Polimer adisi

Polimer adisi terbentuk dan penggabungan monomer-monomer melalu reaksi polimerisasi adisi yang melibatkan ikatan rangkap. Polimer merupakan satu-satunya produk dari reaksi ini.

 

Contoh Polimer adisi

No

Polimer adisi

Jenis monomer

Unit pengulangan pada polimer

Kopolimer/ homopolimer

Alam / Sintetis

1 Polietena (Polietilena), PE

Etena

 

Homopolimer

Sintetis

2 Polipropena  (Polipropilena), PP

Propena

Homopolimer

Sintetis

3 PVC (Polivinilklorida)

Kloroetena (Vinil klorida)

Homopolimer

Sintetis

4 Politetrafluoroetena

(PTFE)

Teflon®

Tetrafluoroetena

Homopolimer

Sintetis

5 Polistirena, PS

(polifeniletena)

Stirena

Homopolimer

Sintetis

6 Polibutadiena, PB

1,3-Butadiena

Homopolimer

Sintetis

7 Poliakrilonitril (PAN)

Orion®

Akrilonitril

(Vinil sianida)

Homopolimer

Sintetis

8 (PMMA)

Polimetilmetakrilat

Serat akrilat

Plexiglass®

Cat akrilik Lucite®

Metilmetakrilat

Homopolimer

Sintetis

9 Polimetanal

Metanal

Homopolimer

Sintetis

10 SBR (Styrena Butadiene Rubber)  

Stirena      + 1,3-Butadiena

Kopolimer

Sintetis

11 Saran®

   Kloroetena  +                   1,2-Dikioroetena

 (Vinil klorida)

Kopolimer

Sintetis

12 Akrilan (polisianoetena)

Sianoetena

Homopolimer

Sintetis

13 Neoprena (Polikloroprena)

Kloroprena

Homopolimer

Sintetis

14 Karet alam (Poliisoprena)

Isoprena

(2-metil- 1 ,3-butadiena).

Homopolimer

Alam

 

 

Polimer Kondensasi

 

Polimer kondensasi terbentuk dan penggabungan monomer-monomer melalui reaksi polimerisasi kondensasi di mana dilepas molekul kecil, seperti H2O, HCl, dan CH3OH. Penggabungan terjadi antara gugus-gugus reaktif dan monomer-monomer.

 

Contoh Polimer Kondensasi

No

Polimer adisi

Jenis monomer

Unit pengulangan pada polimer

Kopolimer/ homopolimer

Alam / Sintetis

1 Poliester

Dacron®

Terylene®

Mylar®

Polietilena tereftalat (PET). PET lebih dikenal dengan nama dagang untuk poliester Dacron®, Terylene®, serta film Mylar®. PET adalah poliester yang secara teoritis dapat dibuat dan pencampuran asam ftalat (asam karboksilat) dan etilen glikol (alkohol). Akan tetapi, dalam prakteknya polimer ini dibuat melalui proses trans-esterifikasi yang melibatkan ester dan asam ftalat, yakni dimetiltereftalat dengan etilen glikol. (Ciri monomer ester dan poliester adalah adanya gugus —COO-—)

 

Kopolimer

Sintetis

2 Poliamida

Nilon 6,6

Kevlar®

Nilon 6,6. Merupakan poliamida dengan gugus-gugus —CON— yang terbentuk dan polimerisasi

1,6-diaminoheksana dan asam 1,6-heksandioat. (Poliamida umumnya diperoleh dari reaksi diasam dan diamina. Ciri monomer amida dari poliamida adalah adanya gugus —CON—).

 

Kevlar. Merupakan poliamida yang berasal dari asam tereftalat dan 1,4-diamino-benzena.

 

Kopolimer

Sintetis

3 polifenolformaldehida, Bakelit ® Bakelit®. Terbentuk dan polimenisasi metanal dan fenol. Reaksi ini melibatkan adisi ikatan rangkap C=O pada metanal dan juga eliminasi molekul H2O sehingga digolongkan sebagai

polimenisasi kondensasi (adisi / eliminasi).

 

 

Kopolimer

Sintetis

4 Perspex® Perspex®. Secara teoritis, Perspex terbentuk dan polimerisasi

propanon (keton) dan metanal (aldehida).

 

 

Kopolimer

Sintetis

5 Protein

Homo Polimer

Alam

6. Polisakarida :

Amilum

Selulosa

Glikogen

Homo Polimer

Alam

7. Asam Nukleat (DNA dan RNA)

Homo Polimer

Alam